Lembaga Pendidikan Darul Hikmah Gemakan Kesenian Angklung di Desa Sindangasih

Ikuti Kami

Pada Tanggal 19 Bulan Juli Tahun 2017, Lembaga pendidikan darul hikmah membudayakan kreasi seni musik Angklung Tradisional, dengan tujuan supaya tidak memadamkan kreasi seni Angklung Tradisional di Jawa Barat, terutama di Desa Sindangasih. Sehingga Kreasi seni tersebut mendapat dukungan dari pihak Desa Sindangasih, dan pertama kali bisa menampilkan kreasi seni Angklung dalam memperingati HUT RI Ke-72 di Desa Sindangasih.
Lembaga pendidikan Darul-Hikmah pernah menampilkan kreasi seni musik Angklung di dua tempat.
Pertama ; Dalam acara menyambut Mentri Kominfo di Panca Mandala.
Kedua ; Dalam rangka acara Pertemuan 88 Negara (Hari Tani Nasional) di Cigalontang.

 

Alat musik Angklung adalah salah satu alat musik dari daerah paundan jawa barat. angklung merupakan alat musik yang telah di tetapkan oleh UNESCO pada 18 november 2010 sebagai warisan budaya dunia, musik ensampel yang terbuat dari bambu ini ternyata memiliki manfaat yang lebih dari sekedar alat musik. yaitu memiliki manfaat pada penanaman sikap dan karakter anak. Hal ini karena sebuah angklung di buat dengan nada yang berbeda-beda, apabila dimainkan sendiri bunyi angklung tidak terdengar merdu, tetapi jika dimainkan bersama-sama, maka angklung dari nada yang berbeda-beda dapat membentuk harmonisasi yang indah. Dari hal tersebut dapat di ambil kesimpulan tentang adanya kerja tim yang solid, kebersamaan, toleransi, kejujuran, dan tanggung jawab, bisa di ambil kesimpulan seperti ini karena dalam memainkan angklung diperlukan konsentrasi yang tinggi, menggunakan olah rasa dalam memainkan bagiannya dan dituntut disiplin dalam mengikuti arahan konduktor dan mempelajari dengan konsentrasi penuh. Selain itu pemanfaatan angklung sebagai pembentukan karakter dapat membentuk individu-individu yang lebih percaya diri, menguatkan kerja tim, juga menyelaraskan hak dan kewajiban untuk menjadikan nada yang indah.
Tidak sebatas dalam memainkan musik nya saja hal ini bisa di jadikan awal dalam pembentukan karakter anak sejak di bangku sekolah dasar, tetapi sayang hal ini belum menjadi perhatian pemerintah hanya sebagian saja yang berusaha mewujudkannya.
Di sisi lain pemanfaatan angklung dalam pembelajaran juga untuk melestarikan budaya bangsa agar di dalam diri anak tertanam kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia. (Noni maryani SMK dh)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan