Masyarakat Kp. Cikuya, Kp.Mekarharapan dan Kp. Bungursari ” Bergerak perbaiki Jalan  dengan  Gotong Royong Sambut Pembangunan Dari Dana  Dana Desa

Ikuti Kami

Sindangasih ||01||07||2019– Sudah empat  tahun berturut-turut pemerintah pusat menggulirkan dana kesetiap desa yang dikenal dengan istilah dana desa. Bahkan telah ditegaskan, dalam penggelolaan dana tersebut tidak boleh menggunakan pihak ketiga atau kontraktor, namun diswakelolakan.

Hal ini memang telah membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Karena setiap kegiatan fisik yang akan dibangun didesanya dikerjakan secara swakelola melibatkan masyarakat ramai, atau zaman orde baru dikenal dengan istilah padat karya.

“Ini juga menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong yang sekarang sudah mulai luntur dilingkungan masyarakat,” ungkap Kepala Desa Sindangasih , Kayat Sunaryat belum lama ini.

Dia mencontohkan berkat Dana Desa  warga Masyarakat lebih Giat bergotong Royong slah satu nya Waga kampung Cikuya,  Mekarharapan dan kp Bungursari , dengan semangat nya menyambut Dana Desa  yang menjadikan  ,masyarakat juga merasa dilibatkan dalam membangun desanya,” ujarnya.

Dikatakan Kayat Sunaryat dalam pengelolaan dana desa tersebut memang sudah ditegaskan, bahwa tidak boleh melibatkan pihak ketiga atau kontraktor. Jadi setiap kegiatan pembangunan yang menggunakan dana desa harus dilakukan secara swakelola melibatkan masyarakat.

“Karena tujuan dari dana desa ini juga untuk mensejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Obin , salah seorang warga Nanga Kp Mekarharuman mengatakan, pengelolaan dana desa yang harus secara swadaya dan melibatkan masyarakat tersebut memang sangat bagus, sebab dengan adanya keterlibatan masyarakat dalam membangun desanya, tentu rasa memiliki terhadap pembangunan yang ada di desanya juga semakin dirasakan oleh masyarakat.

“Sebab selain sebagai pengguna manfaat pembangunan, masyarakat juga telah ikut andil dalam pelaksanaan pembangunan tersebut,” ucapnya.

lDari sisi lain juga kata Yayan Kurniawan  kalau masyarakat terlibat didalam pelaksanaan pembangunan, tentu mereka tidak akan asal-asalan membangun didesanya, karena nantinya mereka juga yang menggunakannya. Contohnya membangun jalan Cikuya Bungursari ini  kalau dalam waktu beberapa bulan setelah dikerjakan langsung hancur tentu mereka akan malu, karena mereka sendiri yang mengerjakannya.

“Ini saya lihat sisi positif kalau pelaksanaan pembangunan melibatkan langsung masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Yayan , pola penggunaan dana desa ini kurang lebih seperti pola PNPM, dimana masyarakat yang merencanakan, masyarakat yang melaksanakan dan mengawasi, mereka juga yang menggunakan hasil pembangunan tersebut.

“Hasilnya memang bagus, buktinya seperti jalan aspal dan sebagainya, sampai sekarang masih utuh,” pungkasnya. (Rony/web desa id)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan