Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sindangasih 1440 H

Ikuti Kami

Kayat Sunaryat, S.Pd.I Kepala Desa Sindangasih

Sindangasih.desa.id: Sindangasih, 17 Nopember 2018 jam 09 : 00 wib Desa Sindangasih menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Sindangasih sendiri yakni Bpk.KAYAT SUNARYAT, S.Pd.I, Lembaga, Staf Desa, Ibu ketua TP PKK beserta anggotanya , antusias masyarakat Sindangasih dan sekitarnya untuk datang di acara peringatan ini sangatlah baik, mereka datang berbondong bondong untuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Sanusi dari kampung Cieceng RT. 27 RW 07 Desa Sindangasih.
Sambutan Kepala Desa Sindangasih yang di dalamnya menyampaikan, kita harus selalu ingat kepada Allah, kepada Nabi maupun kepada semua peringatan-peringatan hari besar seperti Maulid Nabi seperti ini, karena dengan kita ingat kepada peringatan Nabi maka kita akan senantiasa selalu di ingat oleh beliau.
Arti dan Makna dalam peringatan Maulid Nabi sendiri yaitu :
Arti dari Maulid Nabi
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, maulid sama halnya dengan milad yang artinya hari lahir. Jadi, maulud nabi bisa diartikan sebagai hari lahir baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW.
Seperti hari

kelahiran pada umumnya yang dirayakan dengan ulang tahun atau birthday, maulid nabi dirayakan dengan tujuan memperingati ulang tahun kelahiran tokoh besar umat Islam, yakni Rasulullah Muhammad SAW.
Makna Maulid Nabi
Dengan adanya seremonial maulid nabi, umat Islam diharapkan bisa mengingat kembali betapa gigih perjuangan rasul dalam merintis dan mengembangkan ajaran Islam di tengah tradisi dan budaya Arab yang waktu itu dalam keadaan jahiliyah.
Satu hal yang harus dilakukan umat Muslim ketika merayakan maulid nabi adalah meneladani sikap dan perbuatan, terutama akhlak mulia nan agung dari baginda nabi besar Muhammad saw.
Bukan hanya seremonial belaka, perayaan itu mestinya diresapi dalam hati yang begitu dalam dan mencoba untuk meneladani dan mempraktikkan akhlak mulia dari nabi.
Saat melontarkan pujian-pujian dan sholawat yang begitu menggebu-gebu, hendaknya tidak hanya ditujukan kepada fisik maupun keduniawiannya saja tetapi juga akhlak nabi yang begitu agung dan mulia.
Dalam hal ibadah, akhlak mulia dan agung dari nabi itulah yang harus ditiru, dicontoh dan diteladani. Padahal kita tahu, Islam sebagai agama yang dibawa nabi Muhammad adalah rahmatan lil alamin.
Artinya, Islam membawa rahmat bagi alam semesta, bukan hanya umat Muslim saja atau manusia saja, tetapi semua makhluk seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, dan alamnya.
Hikmah Maulid Nabi
Terkadang seremonial itu perlu. Hal ini untuk mengingatkan kembali tentang betapa hebat perjuangan beliau dan akhlak serta moralitas beliau.
Manusia itu tempatnya lupa. Meski setiap hari sholawat, tetapi kalau hati tidak meresapinya pasti lupa dengan makna substantif dari shalawat.
Dengan adanya maulid, manusia atau umat Muslim diharapkan bisa tergugah kembali untuk selalu berikhtiar secara konstan dalam meneladani dan mengamalkan ajaran-ajaran serta akhlak baginda nabi Muhammad SAW.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan