KENTALNYA BUDAYA PESANTREN DI DESA SINDANGASIH TAK TERKIKIS OLEH ZAMAN

Ikuti Kami

Salah Satu Kegiatan LPTQ di Desa Sindangasih untuk memberikan serta mengasah Nalar anak dalam mencintai Al Qur’an . Foto by Rony amaruloh

Sindangasih.desa.id-Nilai-nilai agama islam yang kental memang merupakan salah satu ciri khas dari Desa Sindangasih. penduduk yang semuanya menganut agama Islam sehingga Kuatnya nilai-nilai agama islam ini sangat erat kaitannya dengan beberapa pesantern yang menghiasi pendidikan keagamaan di lingkungan Desa Sindangasih. Jumlah mesjid dan musholah yang banyak, yaitu 45 bangunan mesjid dan musholah tersebar di lingkungan Desa sebagai penunjang sarana ibadah dan pendidikan keagamaan baik bagi anak-anak remaja ataupun orang dewasa.

 

Hari Santri Di Desa Sindangasih 

http://sindangasih.desa.id/2017/09/22/peringati-tahun-baru-islam-1439-h-warga-desa-sindangasih-lakukan-pawai-obor-dan-tabligh-akbar/

Saat ini terdapat dua pesantren yang masih aktif dengan kegiatan pendidikan keagamaannya di lingkungan desa Sindamgasih , kedua pesantren itu adalah Pondok Pesantren

Warga Masyarakat Desa Sindangasih dalam rangka Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW , foto By Rony Amaruloh

Darul Hikmah dan Pondok Pesantren Awalul Huda. Pondok Pesantren Awalul Huda merupakan pondok pesantern yang cukup lama menghiasi pendidikan keagamaan di lingkungan Desa Utama khususnya di Dusun Mekarharapan , pondok pesantren ini didirakan sekitar tahun 1970-an oleh Aj. Maman dan telah mengalami berbagai pasang surutnya zaman hingga saat ini pimpinan pondok pesantren dipegang oleh H Usep. Lain halnya dengan Pondok Pesantren Awalu HUda , pondok pesanternDarul Hikmah ini merupakan pondok pesantren yang terhitung muda yang berdiri sekitar tahun 2001-an yang didirikan oleh Aj Kusnandar yang berlokasi di Dusun Mekarharuman yang di naungi sebuah Yayasan YP21 yang di dalam nya ada SD Darul Hikmah, SMP Islam Darul Hikmah Dan SMK darul Hikmah yang mengedepankan penting nya membudayakan pesantren di semua kalangan. Kedua pondok pesantren ini saat ini memiliki peran penting dalam menghiasi kehidupan keagamaan Desa.

Kegiatan Pengajian Ulama serta pembahasan kitab kuning yang di Pinpin oleh ketua MUI Desa Sindangasih Foto by Rony Amaruloh

Kentalnya nilai-nilai islam di lingkungan Desa Utama juga terlihat dari acara-acara yang dilakukan di lingkungan desa, seperti Pengajian Rutin Kajian Kitab Para Ulama Se desa Sindangasih, Patayat Muslimat, LPTQ sehingga Lingkngan desa Sindangasih tidak mengadakan acara-acara kebudayaan yang berbau mistis yang dianggap mendekati kemusyrikan, seperti pada bulan maulid kemarin disaat di beberapa daerah mengadakan suatu ritual memandikan keris dan lain sebagainya, masyarakat Desa Sindangasih menyambut bulan maulid dengan pengajian di berbagai mesjid di setiap dusun dengan acara pembacaan Kitab Deba atau Barjanji dan disambung dengan tausiah dari seorang ulama. Selain itu kegiatan pengajian rutin di lingkungan desa juga sangat banyak yang tersebah hampir setiap hari dan hampir setiap Sekolah ,mesjid atau rumah seorang tokoh ali m ulama, materi yang disampaikan pada pengajian sendiri biasanya adalah pembahasan kitab-kitab kuning seperti Kitab Safinah, Kitab Al-Hikam dan lain-lain.

Kegiatan Patayat Muslimat Setiap Satu Bulan Sekali Di Desa Sindangasih , Foto By Rony Amaruloh

Lingkungan Desa Utama memiliki 45 bangunan mesjid dan musholah yang tersebar di setiap dusun. Mesjid-mesjid ini tersebar di seluruh dusun dengan 10 bangunan di Dusun Cikuya dan Mekarharapan, 8 bangunan di Dusun Bungursari , 9 bangunan di dusun Tenjolaya dan 10 di Dusun Cieceng dan mekarharuman dan 8 Bangunan di dusun Sinagar . Setiap RT pada lingkungan desa utama rata-rata memiliki sekitar 2 sampai 3 bangunan mesjid dan musholah, dan setiap mesjid atau musholah biasanya memiliki kegiatan-kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan seperti peringatan hari-hari besar islam serta kegiatan pembinaan keagamaan seperti pengajian rutin sehingga menambah terasa kentalnya nilai-nilai Islam di lingkungan Desa Utama. Imron Rosyadi

 

#uupemajuankebudayaan

#obyekpemajuankebudayaan

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan