Kids Zaman Now di Sindangasih Masih Budyakan Main Tradisional

Ikuti Kami

Anak-anak yang sedang bermain kelereng/Roni Amaruloh
Pada saat pertamakali kita mendengar kata “kids jaman now” maka pikiran kita akan langsung melayang kepada anak-anak jaman sekarang yang sikapnya sangat mengkhawatirkan akibat dari perkembangan globalisasi.

Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa kemajuan globalisasi ini telah membutakan para anak muda baik yang ada dikota maupun dikampung, jika jaman dulu anak-anak bermain dialam terbuka atau bermain mainan tradisonal seperti: main kelereng, pangal, pecle, dan lain-lain. Berbeda dengan anak-anak zaman sekarang (kids zaman now) “mereka lebih senang stan bay di depan handphonenya bermain facebook, twiteer, BBM, Istagram dan lain-lain”, dan dampaknya anak-anak sekarang tak jarang berprilaku dengan prilaku yang bukan seumurannya.

Tapi gagasan itu jauh sekali dari anak-anak yang ada di Kp Mekarharuman Desa Sindangasih, disini mainan tradisional seperti: pecle,main kelereng,dan pangal masih tetap eksis, kita akan mudah sekali menemukan orang-orang yang bermain tradisional  baik itu anak-anak , remaja bahkan orang dewasa. Ini membanggakan karna ditengah-tengah kemajuan global ternyata masih banyak anak muda yang bermain tradisional selain mempertahankan budaya, permainan ini juga untuk menyempitkan kenakalan remaja akibat kemajuan global.

Egi Hendriana salah-satu guru di SMK Darul-Hikmah mengatakan bahwa:
“Anak muda jaman sekarang tidak lagi main permainan untuk seumurannya,tetapi malah senang menghabiskan waktunya dikamar bersama handphone”
Egi Hendriana juga menambahkan: “Memang kemajuan teknologi harus kita ikuti, tapi dalam hal yang positif .Jangan sampai terlena dengan budaya barat. Harusnya kita bisa memanfaatkan teknologi ini untuk berbagi ilmu , mendapatkan informasi, dan memperbanyak saudara supaya anak -anak indonesia lebih berprestasi dan berakhlak baik.” ujarnya saat mengajar . (22/01/18)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan