Anak-Anak dan Guru Kampung Cieceng Desa Sindangasih Melawan Bahaya Demi Sebuah Asa dan Cita-Cita

Ikuti Kami

Anak SD setiap hari Menempuh Perjalanan sepanjang 4 KM

sindangasih.desa.id-Pergi ke sekolah merupakan rutinitas yang senantiasa dilakukan oleh anak-anak. Sekolah menjadi tempat utama menuntut ilmu dan bertemu dengan teman-teman sepermainannya. Bagi yang hidup di kota besar, sekolah bukanlah tempat yang sulit untuk di datangi. Namun bagi anak-anak yang berada di daerah terpencil, mereka memerlukan usaha lebih untuk bisa sampai ke sekolah.

Tidak sedikit dari anak-anak yang berada di daerah terpencil di berbagai desa di dunia harus menem   puh waktu yang panjang dan perjuangan bertaruh nyawa demi sampai ke sekolah.
Salah satu nya yang di alami anak anak dan guru dari kampung cieceng desa Sindangasih yang setiap hari menempuh perjalanan naik bukit yang curam kurang lebih 4 kilo meter . Mereka tidak menghiraukan bahaya di perjalanan yang sewaktu waktu mengintai dari mulai terjatuh ke jurang atau terpeleset pada jembatan kayu dan Hewan buas.

Foto Pribadi// Sebuah tebing setinggi 50 M

Perjuangan untuk sampai ke sekolah mereka lalui dengan jalan yang berbahaya dan tidak mudah. Seberat apapun medan yang harus dilalui, nyatanya anak-anak tersebut tidak menyerah demi masa depan yang lebih baik.

 

 

Foto Pribadi
Jembata yang biasa dilalui Anak Sekolah Setiap hari diatas sungai kecil yang licin dan disamping tebing

Hari itu 25/11/2017 saya (abd Halim Amaruloh) mencoba berjalan kaki mendaki perbukitan untuk membuktikan seperti apa Medan lokasi jalan dari kampung cieceng sampai ke sekolah Darul Hikmah.
Perjalanan diawali dengan tanjakan dengan kemiringan hampir 60 derajat sehingga hampir membuat napas saya hampir habis, selanjutnya saya di sambut dengan tebing hampir 50 meter dan jembatan kecil yang terbuat dari kayu yang licin dan di bawah nya curam dan licin. Sesampainya nya di sekolah Darul Hikmah saya tidak bisa berkata kata dengan badan seperti mandi oleh keringat yang keluar .masyaalloh kondisi ini di alami anak anak SD dan guru tanpa pamrih setiap hari.
Demi ingin cerdas mereka berjalan kaki setiap hari tanpa di antar orang tua.

Bagi kamu yang sampai hari ini masih malas-malasan pergi ke sekolah, pikir lagi. Mungkin kamu jauh lebih beruntung dari anak lainnya di belahan dunia yang harus bertaruh nyawa demi mengenyam pendidikan.

Abdul Halim Amarloh/webdesa.id

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan